Format BOS K1

Format BOS K1 yang merupakan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) bisa dipandang “seperti” sebuah neraca dalam pembukuan perusahaan, meskipun cukup berbeda dengan neraca. Di sini saya melihat persamaannya karena sama-sama memiliki sifat keseimbangan antara sisi kanan dan kiri, penerimaan dan pengeluaran.

Kalau pada neraca pada umumnya terdiri dari sisi kiri dan kanan, dimana sisi kiri (saldo normal debet) merupakan kumpulan rekening-rekening aktiva sementara sisi kanan (saldo normal kredit) merupakan rekening-rekening pasiva yang merupakan sumber dari adanya aktiva. Sementara kebalikan dari itu pada RKAS sisi sumber berada pada sisi kiri dan penggunaanya pada sisi kanan berupa anggaran program-program sekolah dan non program sekolah.

Bila dalam neraca pada sisi aktiva kita mengenal adanya harta, mulai dari harta paling lancar (kas, bank, piutang, perlengkapan, dll) sampai juga harta tetap (tanah, gedung, kendaraan, dll) beserta akumulasi penyusutannya, dan di sisi pasiva ada modal (bisa modal pribadi, saham, simpanan pokok, dll) dan hutang (hutang dagang, dll), sementara itu pada Format BOS K1 berbeda seperti pada gambar berikut ini:

Pada sisi kiri (penerimaan) format BOS K1 berisikan
1. Saldo Anggaran Tahun Sebelumnya
– Saldo Kas BOS Pusat
– Saldo Bank
– Saldo Kas BOS Daerah (Kalau ada)
– Saldo Iuran Orang Tua
– Saldo Kas lainnya
2. Pendapatan Rutin
– Gaji PNS
– Gaji PTT
– Belanja Barang dan Jasa
– Belanja Pemeliharaan
– Belanja Modal
– Belanja Lain-lain
3. Bantuan Operasional Sekolah
– BOS Pusat
– BOS Propinsi
– BOS Kabupaten Kota
4. Bantuan
– Dana Dekonsentrasi
– Dana Tugas Pembantuan
– Dana Alokasi Khusus
– Dana RSBI
– Dana Akselerasi
– Lain-lain (Bantuan Luar Negri/ hibah)
5. Pendapatan Asli Sekolah
– Iuran Orang Tua
– Sumbangan Sukarela
– Usaha Lainnya



Related posts "Format BOS K1":